Dinas Kebersihan dan Pertamanan
- Kota Semarang -

Pengelolaan Retribusi

RETRIBUSI KEBERSHAN


Retribusi kebersihan adalah pungutan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakat atas jasa penyelenggaraan pelayanan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA dan yang membuang langsung di TPA.

 

DASAR PEMUNGUTAN


  1. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang Nomor 6 Tahun 1993 tentang Kebersihan dalam Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang.
  2. Keputusan Walikota Semarang No. 660.2/274 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang Nomor 6 Tahun 1993 Tentang Kebersihan dalam Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang.

 

OBYEK RETRIBUSI KEBERSIHAN


Pemberian pelayanan kebersihan yang meliputi :

  1. Pengambilan dan pengangkutan sampah rumah tangga dan niaga dari TPS ke TPA
  2. Pemusnahan / Pemanfaatan sampah di TPA
  3. Penyediaan lokasi TPS dan TPA.

 

SUBYEK RETRIBUSI KEBERSIHAN


Subyek Retribusi kebersihan adalah orang pribadi atau badan yang mendapatkan dan memanfaatkan/menikmati pelayanan kebersihan.

 

STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI KEBERSIHAN


Struktur tarif retribusi kebersihan digolongkan berdasarkan pelayanan yang diberikan, volume sampah yang dihasilkan, lebar jalan dan peruntukan penggunaan persil.

 

BESARNYA TARIF RETRIBUSI SAMPAH


Persil Rumah Tangga Terletak :

  • Di Jalan Kelas I dan II (>10  m dan 8 m s/d 10 m) : Rp. 5000,00/bulan.
  • Di Jalan Kelas III dan IV (6 m s/d < 8 m dan 4 m s/d < 6 m) : Rp. 3000,00/bulan.
  • Di Jalan Kelas V (< 4 m) : Rp. 1000,00/bulan.-

Persil Niaga Terletak  :

  • Di Jalan Kelas I dan II : Rp. 6000,00 /M3.
  • Di Jalan Kelas III, IV dan V : Rp. 4000,00/M3.

Lingkungan pasar :

  • Kios/vak Rp. 150,00/hari.
  • Los/dasaran terbuka Rp. 100,00/hari.

Badan Sosial/Tempat Ibadah Rp.1000,00/bulan.

Bagi mereka yang membuang sampah langsung di Tempat Pembuangan. Akhir (TPA) dikenakan retribusi sebesar  Rp. 2.500,00/M3.

 

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM RETRIBUSI


Sektor Rumah Tangga sebagai penghasil sampah utama dituntut partisipasinya dalam pembiayaan pengelolaan sampah, berupa :

  1. Retribusi kebersihan melalui rekening PDAM
  2. Membayar iuran pengangkutan sampah dari sumber sampah (persil masing-masing) ke TPS yang dikelola RT,RW maupun Kelurahan
  3. Membayar iuran penyapu jalan yang dikelola oleh KSM (bagi persil yang menghadap jalan protokol)